Senin, 12 September 2011 | By: RifkiArya

Penampakan UFO Naik 67% Dalam Tiga Tahun


Headline
INILAH.COM, Jakarta – Isu pengangguran, harga bahan bakar dan pemanasan global bukanlah satu-satunya ketakutan yang sedang meraja lela. Obyek misterius juga menunjukkan tanda-tanda yang sama.
Organisasi swasta terbesar di dunia, Mutual UFO Network (MUFON), mengatakan, saat ini, makin banyak orang yang melaporkan obyek terbang tak dikenal (unidentified flying object/UFO) muncul di Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
“Selama tahun-tahun ini, rata-rata laporan penampakan mencapai 500 kali sebulan. Padahal, tiga tahun sebelumnya hanya ada 300 laporan,” ujar direktur internasional MUFON Clifford Cliff. Jumlah laporan ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 67%.
Selain itu, ada satu atau dua rumah produksi yang menghubunginya dan ingin membuat film mengenai UFO. Sejauh ini, cahaya misterius muncul di Laredon, Texas dan Kansas City dan diduga kuat adalah UFO.
Artinya, bukan berarti makhluk hijau kecil terus mengawasi manusia. Pada umumnya, 95% semua penampakan dengan mudah dijelaskan. Beberapa di antaranya ternyata pesawat konvensional, sisanya satelit atau balon cuaca serta penyebar hoax dengan ramuan foto editan.
Dalam kasus penampakan Kansas City, apa yang dilaporkan sebagai UFO ternyata gambar tim terjun payung Golden Army Knights yang sedang melakukan aktivitas pada malam hari. Namun, penjelasan kedipan cahaya yang muncul di langit Laredo masih menjadi misteri.
Namun, sisa 5% semua laporan penampakan UFO masih tak bisa dijelaskan. Selain itu, banyak laporan penampakan UFO dari pilot komersial dan militer. Semua laporan ini diperiksa di ‘Secret Access: UFOs On The Record’ yang masuk History Channel dokumenter baru.
Program tersbeut berdasarkan buku terlaris New York Times Leslie Kean berjudul UFO: Generals, Pilots and Government Officials Go On Record. “Ada kasus besar dari Amerika Selatan di mana penerbangan komersial melintas Andes setelah gelap, lampu kabin menyala dan semua orang berada di satu sisi pesawat sedang melihat objek terang yang mendekat di ketinggian mereka,” ujar mantan ilmuwan NASA Ames Research Center Richard Haines.
Makin dekat, lampu kabin makin redup dan itu merupakan efek elektromagnetik, lanjutnya. Haines pernah menjadi skeptis UFO hingga ia mulai mendengar laporan dari pilot komersial yang berbagi pengalaman mereka tentang UFO.
Akhirnya, ia menciptakan organisasi bernama National Aviation Reporting Center on Anomalous Phenomena (NARCAP) yang berfungsi sebagai tempat pelaporan rahasia pilot, kru dan pengendali lalu lintas udara yang takut membuat laporan UFO.
“Saya berusaha menjadi ilmuwan yang teliti dan saya segera menemukan banyak bias dan ketakutan orang-orang yang tak seharusnya takut. Sains tak perlu takut,” ungkap Haines. Haines dan rekan NARCAP cenderung menggunakan istilah fenomena udara tak dikenal (UAP) untuk memasukkan ‘berbagai fenomena atmosfer dan efek yang mungkin terjadi pada pesawat luar angkasa’.
Namun, fenomena udara ini nampaknya sedikit berbeda dan membuat sains tak bisa memahaminya. Menurut diskusi tahunan Heines, pilot telah melaporkan berbagai jenis ‘bercak’ benda yang tak dapat dijelaskan.
“Ketika pertama kalinya pilot melaporkan UFO, obyek itu berbentuk bola cahaya besar berukuran empat kali lebih besar dari pesawat Boing 747 yang ia terbangkan,” kata mantan kepala Accidents, Evaluations and Investigations Division Federal Aviation Administration (FAA) untuk John Callahan pada 1980-an.
Yang dekat lebih dari 30 menit pertemuan berakhir ketika UFO lenyap. Tapi bagian paling jelas dari kasus ini adalah ketika Callahan dihubungi oleh CIA. Mantan pejabat FAA menduga, bumi sedang dikunjungi alien.
“Saya rasa alien memang mengunjungi kita dan pemerintah tak memberitahu warga. Dalam 10 tahun terakhir pemerintah berbohong pada publik mengenai hal ini karena publik tak bisa menangani kebenaran ini,” ujar Kean.
Setelah bertahun-tahun bekerjasama pilot dan berusaha secara rasional memahami apa yang mereka hadapi, Haines sedikit ragu ketika ditanya apa yang ia pikirkan atau harapkan dari UFO atau UAP.
“Sekali lagi, saya ilmuwan, bukan nabi atau politikus, dan saya jujur tak tahu. Namun, saya akan mencoba melakukan pekerjaan saya dan menemukan jawaban yang rasional berdasarkan bukti. Saya menyimpulkan, ada cukup banyak bukti yang menunjukkan adanya intelijen di balik fenomena semacam ini”.


Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar

Post Comment